Bandung – 25 November 2025.
Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Universitas Tahun 2025 di Auditorium FPMIPA UPI. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UPI untuk meneguhkan komitmen peningkatan mutu melalui evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) serta penyelarasan arah kebijakan universitas pada tahun-tahun mendatang.
RTM dipimpin oleh Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, yang hadir mewakili Rektor Universitas Pendidikan Indonesia. Hadir pula para pimpinan universitas, termasuk Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi) dan Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan), serta para dekan, direktur kampus daerah, kepala direktorat dan biro, kaprodi, auditor AMI, dan undangan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya komitmen kolaboratif dalam membangun budaya mutu di UPI.
Dalam sambutan pembukaan, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA. menekankan bahwa RTM adalah wujud konsistensi UPI dalam mengutamakan kualitas tata kelola. Sejak tahun 2024 UPI sudah mengimplementasikan Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SI-AMI) secara penuh. Implementasi sistem digital ini merupakan langkah penting dalam mendukung proses audit yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel di seluruh unit kerja. Beliau menegaskan bahwa hasil AMI hendaknya tidak dipandang sebagai sekadar laporan, tetapi sebagai instrumen strategis untuk mendorong perbaikan berkelanjutan.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana AMI 2025, Prof. Dr. Epon Ningrum, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Audit Mutu Internal melibatkan 172 program studi (dari 176 program studi), yang terdiri dari 105 program studi jejang D4/Sarjana, 1 Program Pendidikan Profesi Guru, 43 program studi jenjang Magister, dan 22 program studi jenjang Doktor. Selain itu kegiatan AMI ini juga melibatkan 12 unit pendukung. Kegiatan AMI ini juga melibatkan 162 orang Auditor yang sebelumnya sudah mengikuti proses seleksi dan pelatihan. Selanjutnya, peserta RTM menyimak pemaparan komprehensif dari Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si, Direktur Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan (DPMP), mengenai hasil AMI Tahun 2025. Dari data yang disampaikan terlihat bahwa sejumlah indikator mutu menunjukkan performa yang kuat, terutama pada aspek sarana dan prasarana pembelajaran, penelitian dan PKM. Hal ini menegaskan bahwa berbagai upaya penguatan infrastruktur akademik yang dilakukan UPI selama beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil nyata.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian khusus. Jumlah mahasiswa asing dan dosen asing, dosen mengajar di luar negeri, prestasi mahasiswa tingkat wilayah hingga internasional, serta luaran penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (termasuk publikasi dan HKI) masih perlu mendapat penguatan. Tantangan lain seperti pendanaan penelitian luar negeri, rasio penerimaan mahasiswa pascasarjana, serta ketepatan waktu kelulusan mahasiswa doktor turut mendapat sorotan. Pada aspek unit pendukung, beberapa indikator seperti anggaran perpustakaan, jumlah IGU, layanan e-learning, dan transparansi tata kelola usaha juga menjadi perhatian penting.
Sesi diskusi RTM berlangsung hangat dan konstruktif. Para peserta menyampaikan pandangan strategis untuk penguatan mutu. Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si. menyoroti pentingnya penyesuaian instrumen AMI agar lebih merefleksikan karakteristik masing-masing rumpun keilmuan, terutama bagi program studi yang bernaung di bawah berbagai LAM yang ada. Beliau menekankan perlunya kehati-hatian dalam mengkuantifikasi indikator yang bersifat kualitatif serta pentingnya pemahaman auditor terhadap berbagai indikator audit mutu internal.
Sementara itu, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. memberikan penjelasan komprehensif mengenai tantangan pengelolaan mahasiswa asing yang melibatkan banyak unit, mulai dari proses pendaftaran, layanan akademik, hingga pengurusan visa. Beliau menegaskan pentingnya koordinasi lintas direktorat agar layanan mahasiswa asing dapat berjalan lancar dan profesional. Ia juga menyampaikan perkembangan revisi pedoman kurikulum, ko-kurikuler, dan RPL yang sedang disiapkan Direktorat Pengembangan Kurikulum.
Para peserta rapat juga menyampaikan berbagai masukan strategis yang menggambarkan kebutuhan penguatan mutu di tingkat program studi maupun unit kerja. Beberapa isu yang mengemuka antara lain pentingnya memperkuat peran Gugus Kendali Mutu (GKM) di setiap program studi, perlunya penyediaan sistem unggah otomatis untuk data Indikator Kinerja Utama (IKU), serta peningkatan dukungan universitas terhadap publikasi dan capaian mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya strategi promosi yang lebih terstruktur untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing, termasuk pemanfaatan kegiatan dan platform daring sebagai media promosi yang efektif. Masukan-masukan tersebut menjadi perhatian bersama dalam upaya memperkuat tata kelola dan kinerja akademik UPI ke depan.
Setelah melalui rangkaian evaluasi dan diskusi, RTM memasuki momen apresiasi melalui AMI UPI Award 2025, yang diberikan kepada unit-unit dengan capaian tertinggi. Untuk kategori Program Studi jenjang D-IV dan S1, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (S1), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, meraih peringkat pertama dengan skor 395,09. Di tingkat pascasarjana, peringkat tertinggi diraih oleh Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (S3), Sekolah Pascasarjana, dengan skor 397,24. Untuk unit pendukung, Direktorat Perencanaan dan Organisasi menjadi peraih nilai tertinggi tahun ini. Penghargaan tersebut disambut hangat sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu.
Dalam sambutan penutupnya, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA. kembali menegaskan pentingnya menindaklanjuti hasil AMI pada tingkat unit masing-masing. Ia menekankan bahwa hasil AMI Tahun 2025 harus menjadi rujukan utama dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026. Dengan selarasnya perencanaan, penganggaran, dan capaian kinerja, UPI diharapkan mampu bergerak lebih cepat dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
RTM Tahun 2025 tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memastikan bahwa UPI terus tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global. Dengan semangat kolaborasi seluruh sivitas akademika, UPI optimistis dapat mewujudkan budaya mutu yang semakin kuat dan konsisten dari tahun ke tahun.